Minggu, 30 Desember 2012
Rabu, 26 Desember 2012
Ujung Dunia.
Tak
mengerti akan ujung dunia
Jika
tiada tempuh semua jalan yang ada
Jika
t'lah kau tempuh... barulah terbukti ujung dunia
Mana
dan dimanakah letaknya....
Tatkala
langkahmu membentang.... dapat kau lihat
Banyak
pemandangan... jika tertarik satu darinya
Singgahlah....
siapa yang kan tahu
...
Jika disitulah ujung duniamu adanya
Ingatlah
pula .... hidup harus tetap berjalan...
Masa
depanmu tak jauh .... hanya sedetik ke depan
Tanpa
perlu meramalpun...itu pasti terjadi
Jika
kita harus menengok ke belakang... apa yang ada?
Hanya
bayangan hitam tanpa wujud nyata
Berjalan...terus
berjalan
Walau
kadang kaki harus beradu dengan batu
Berjalan...dan
terus berjalan....
Akan
sampai kaki langit yang membentang
Dan
disitulah henti kaki menapak....
Jikalau
dunia telah berujung....
Terhenti...dan
terhenti............
Sampai
akhir hayat lamunpun membuyar
Menatap
kosong hampa yang ada...
T'lah
sampai pula ke dinding realita nyata
Itulah
duniamu.... itulah tanahmu
Itulah
negerimu...... dan...................
Itulah
dirimu............
Jangan
berhenti......jangan sekali-kali kau berhenti!
Capailah
ujung dunia itu.......
Walau
harus tersaruk oleh onak dan duri....
Sebatas Angan dan Mata
mungkin
hanya sebatas harap
ketika rasa itu benarbenar pergi dariku
ketika aku pun lelah mengurai tanda tanya segitiga semu
memang hanya sebatas harap
lelah juga pada akhirnya
mungkin juga yang kau butuhkan adalah seperangkat perhiasan berkilau
dari pada melihat wujud seorang penggila
... meski engkau menolak anggapan itu
terlihat jelas di depan mata
cinta sebatas mata dan situasi
sungguh tidak indah kisah ini
aku tak mampu lagi menyerap lukaluka
cukup sebatas angan saja
cinta ini bersarang
meski juga kadang merindukan
namun seperti yang pernah tertulis bahwa ada hal yang lebih baik dan penting
cukup sebatas mata saja
engkau mempermainkan perasaan
meski harus sakit merelakan
Semoga tuhan membahagiakanmu selalu
ketika rasa itu benarbenar pergi dariku
ketika aku pun lelah mengurai tanda tanya segitiga semu
memang hanya sebatas harap
lelah juga pada akhirnya
mungkin juga yang kau butuhkan adalah seperangkat perhiasan berkilau
dari pada melihat wujud seorang penggila
... meski engkau menolak anggapan itu
terlihat jelas di depan mata
cinta sebatas mata dan situasi
sungguh tidak indah kisah ini
aku tak mampu lagi menyerap lukaluka
cukup sebatas angan saja
cinta ini bersarang
meski juga kadang merindukan
namun seperti yang pernah tertulis bahwa ada hal yang lebih baik dan penting
cukup sebatas mata saja
engkau mempermainkan perasaan
meski harus sakit merelakan
Semoga tuhan membahagiakanmu selalu
Waktu
bila
aku harus menuliskan semua tentang rasaku untukmu !
mungkin ratusan buku akan tercipta karenamu
dan mungkin itu pun tak kan pernah cukup,
karena...
... duniaku hanya penuh dengan gambar dan khayalan
yang bercampur aduk dengan kenyataan...
anehnya, entah kenapa..
aku begitu ingin menuliskan semua
yang tak mampu kusampaikan padamu,
walaupun aku sama sekali tidak terlalu pandai menuangkan semua perasaanku melalui tulisan..
Bie ,
Saat kau putuskan untuk pergi,
Yang tertinggal hanyalah aku,
disini sendiri..
tak ada hal yang lebih menyakitkan
disaat kau ditinggal pergi tanpa ada sebuah
alasan..
sepatah kata pun kau tak ucap, mengapa??
kau biarkan aku mencari alasannya sendiri
namun sampai saat ini pun tak ku temukan juga
mengapa kau tinggalkan aku..
yang ku tahu kau memilihnya dan tinggalkan aku
padahal kita pernah samasama berjanji untuk sehidup semati..
namun kau lebih memilih untuk hidup bersamanya
dan membiarkan aku yang mati
karena janjimu
waktu itu..
kini segalanya kuukir dalam hati
tentang getir yang bernyanyi
atau tentang perih yang menari
pun begitu
biarlah semua rasa itu kunikmati
meskipun telah habis airmata
karena sebuah cinta yang kuberi untukmu
Tentang waktu..
meski kau tak lagi menyapaku ,
aku tak pernah lelah membelaimu dengan rinduku ,
sekalipun jemariku terluka dan perih
dulu kau selalu berbagi pagi , siang dan malam denganku ,
kini detikpun tak lagi kau berikan ,
hingga detik yang berlalu ,
menghadirkan perih yang terus mengendap pada hatiku
Kini ,
aku sadar aku tak lagi memilikimu ,
sebab kini telah ada seseorang dalam ruang hatimu ,
yang selalu menemani pagi ,siang dan malammu ..
Entah ,
Kapan aku bisa melupakanmu,
walau sudah ku coba
dan terus ku coba..
sampai ku hadirkan laki-laki lain untuk mengantikanmu,
namun tetap kau tak bisa tergantikan
dengan laki-laki mana pun ,
kau tersimpan dihatiku
hingga cinta merawat tempat yang pernah kau singgahi di hati ini..
hingga habis waktu ku.
mungkin ratusan buku akan tercipta karenamu
dan mungkin itu pun tak kan pernah cukup,
karena...
... duniaku hanya penuh dengan gambar dan khayalan
yang bercampur aduk dengan kenyataan...
anehnya, entah kenapa..
aku begitu ingin menuliskan semua
yang tak mampu kusampaikan padamu,
walaupun aku sama sekali tidak terlalu pandai menuangkan semua perasaanku melalui tulisan..
Bie ,
Saat kau putuskan untuk pergi,
Yang tertinggal hanyalah aku,
disini sendiri..
tak ada hal yang lebih menyakitkan
disaat kau ditinggal pergi tanpa ada sebuah
alasan..
sepatah kata pun kau tak ucap, mengapa??
kau biarkan aku mencari alasannya sendiri
namun sampai saat ini pun tak ku temukan juga
mengapa kau tinggalkan aku..
yang ku tahu kau memilihnya dan tinggalkan aku
padahal kita pernah samasama berjanji untuk sehidup semati..
namun kau lebih memilih untuk hidup bersamanya
dan membiarkan aku yang mati
karena janjimu
waktu itu..
kini segalanya kuukir dalam hati
tentang getir yang bernyanyi
atau tentang perih yang menari
pun begitu
biarlah semua rasa itu kunikmati
meskipun telah habis airmata
karena sebuah cinta yang kuberi untukmu
Tentang waktu..
meski kau tak lagi menyapaku ,
aku tak pernah lelah membelaimu dengan rinduku ,
sekalipun jemariku terluka dan perih
dulu kau selalu berbagi pagi , siang dan malam denganku ,
kini detikpun tak lagi kau berikan ,
hingga detik yang berlalu ,
menghadirkan perih yang terus mengendap pada hatiku
Kini ,
aku sadar aku tak lagi memilikimu ,
sebab kini telah ada seseorang dalam ruang hatimu ,
yang selalu menemani pagi ,siang dan malammu ..
Entah ,
Kapan aku bisa melupakanmu,
walau sudah ku coba
dan terus ku coba..
sampai ku hadirkan laki-laki lain untuk mengantikanmu,
namun tetap kau tak bisa tergantikan
dengan laki-laki mana pun ,
kau tersimpan dihatiku
hingga cinta merawat tempat yang pernah kau singgahi di hati ini..
hingga habis waktu ku.
Bila ini rasamu.
Bila
ini rasamu, rasa yang begemuruh di jiwaku... rasa tentang
cintaku.
Bila ini rasamu, maka engkau kan tahu... betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu....
Bila ini rasamu, rasa yang menghimpit di jiwaku...ketika sekejap kutatap kau kecup keningnya dalam sepiku, engkau akan tahu... sembilu mengiris jiwaku....
Bila ini rasamu.... rasa yang memberontak dalam kalbu...ku, ketika aku hanya bisa menatapmu, dan tak mungkin milikimu, engkau akan tahu... enggannya aku hidup...
Bila ini rasamu... rasa yang setia menikam hatiku, ketika rindu menuntut dipenuhi, ketika rindu ingin ditemukan, engkau akan tahu... kupejamkan mata, menahan pedih, menghela nafas yang tersengal dan hanya bisa berbisik pilu... andai kau tahu aku cinta padamu...
Bila ini rasamu, ... rasa yang setia mencintaimu, maka engkau akan tahu...setiap doa dari bibirku hanyalah untuk bahagiamu......
Bila rasa ini rasamu.... engkau akan tahu... seluruh jiwa raga rela kukurbankan untukmu... asal engkau tetap hidup dalam pilihanmu.. dan bahagiamu...
Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu.... hati ini tak mungkin berpaling, meski engkau bukan untukku...
Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu... tiap air mata darah berubah menjadi untaian mawar doa yang harum mewangi melambung kesurga demi bahagiamu.
Bila ini rasamu, maka engkau kan tahu... betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu....
Bila ini rasamu, rasa yang menghimpit di jiwaku...ketika sekejap kutatap kau kecup keningnya dalam sepiku, engkau akan tahu... sembilu mengiris jiwaku....
Bila ini rasamu.... rasa yang memberontak dalam kalbu...ku, ketika aku hanya bisa menatapmu, dan tak mungkin milikimu, engkau akan tahu... enggannya aku hidup...
Bila ini rasamu... rasa yang setia menikam hatiku, ketika rindu menuntut dipenuhi, ketika rindu ingin ditemukan, engkau akan tahu... kupejamkan mata, menahan pedih, menghela nafas yang tersengal dan hanya bisa berbisik pilu... andai kau tahu aku cinta padamu...
Bila ini rasamu, ... rasa yang setia mencintaimu, maka engkau akan tahu...setiap doa dari bibirku hanyalah untuk bahagiamu......
Bila rasa ini rasamu.... engkau akan tahu... seluruh jiwa raga rela kukurbankan untukmu... asal engkau tetap hidup dalam pilihanmu.. dan bahagiamu...
Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu.... hati ini tak mungkin berpaling, meski engkau bukan untukku...
Bila rasa ini rasamu..... engkau akan tahu... tiap air mata darah berubah menjadi untaian mawar doa yang harum mewangi melambung kesurga demi bahagiamu.
Apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu
Aku
lelah bertanya kenapa
Dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa
Aku merasa semua darimu penuh rahasia
Begitu jauh,
Begitu tak terjangkau
Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman
Dan sinar matamu mampu lumpuhkan aku
... tatapan mata sayumu membuatku mencinta
Yang ku rindu hingga saat ini
Tapi lalu kau menarik dirimu
Tapi lalu kau menjauh dariku
Pernah dulu kau ceritakan padaku tentang dia
Dan satu kali pernah kudengar tentang hatimu padanya
Tapi matamu bicara tentang cintamu padaku
Dan matamu selalu bicara cinta padaku
Namun aku telah tertipu oleh rasaku sendiri
Kau tak pernah mencintaiku
Berkali-kali kau ulurkan tangan padaku
Menahan, menyangga dan memberi kekuatan
Berkali-kali kutepis uluran tanganmu..
Bukan karena aku ingin
Bukan karena aku tidak mau
Tapi cinta menahanku menyambut tanganmu
Karena aku takut terluka
Karena aku takut terempas
Dan kini ketakutan ku itu
Menjadi sebuah kenyataan pahitku
Kau pergi tinggalkan aku
Lalu kini apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu..
Satu kali kau pernah siratkan tentang dia
Dan berkali-kali ku jejalkan padamu tentang rasaku padamu
Namun kau tak pernah hiraukan
Satu kali itu semua mampu membuatku muntah dan hilang arah
Dan berkali-kali aku jatuh dalam mencintaimu
Namun herannya aku mampu bangkit dan berdiri lagi untuk mencintaimu
hingga saat ini rasa itu tak pernah pergi
meski kau telah hilang dari pandanganku
dan mungkin tak kan pernah hadir lagi dalam kehidupanku
Namun cinta ini masih saja untukmu
Aku lelah bertanya mengapa
Mengapa aku tidak bisa mengerti logika dalam kepalaku
Mengapa sulit bagiku untuk melupakanmu
Karena memang semua jelas untukku…
Tidak ada logika dalam cintaku padamu
Tidak ada ruang lagi untuk mundur untukku
Aku telah memahami seutuhnya tentang hatiku
Dan jika aku sudah berani mencintai aku pun harus berani mati untuk mencintai..
ku tahu kau kini tak sendiri lagi
Namun ku selalu mencintaimu seperti saat kau masih ada disisiku
Maafkan keadaan ini
aku yang tak pernah bisa melupakanmu
Sebenarnya aku tak pernah bisa terima kau mencintainya
Dan saat ini apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu..
Dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa
Aku merasa semua darimu penuh rahasia
Begitu jauh,
Begitu tak terjangkau
Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman
Dan sinar matamu mampu lumpuhkan aku
... tatapan mata sayumu membuatku mencinta
Yang ku rindu hingga saat ini
Tapi lalu kau menarik dirimu
Tapi lalu kau menjauh dariku
Pernah dulu kau ceritakan padaku tentang dia
Dan satu kali pernah kudengar tentang hatimu padanya
Tapi matamu bicara tentang cintamu padaku
Dan matamu selalu bicara cinta padaku
Namun aku telah tertipu oleh rasaku sendiri
Kau tak pernah mencintaiku
Berkali-kali kau ulurkan tangan padaku
Menahan, menyangga dan memberi kekuatan
Berkali-kali kutepis uluran tanganmu..
Bukan karena aku ingin
Bukan karena aku tidak mau
Tapi cinta menahanku menyambut tanganmu
Karena aku takut terluka
Karena aku takut terempas
Dan kini ketakutan ku itu
Menjadi sebuah kenyataan pahitku
Kau pergi tinggalkan aku
Lalu kini apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu..
Satu kali kau pernah siratkan tentang dia
Dan berkali-kali ku jejalkan padamu tentang rasaku padamu
Namun kau tak pernah hiraukan
Satu kali itu semua mampu membuatku muntah dan hilang arah
Dan berkali-kali aku jatuh dalam mencintaimu
Namun herannya aku mampu bangkit dan berdiri lagi untuk mencintaimu
hingga saat ini rasa itu tak pernah pergi
meski kau telah hilang dari pandanganku
dan mungkin tak kan pernah hadir lagi dalam kehidupanku
Namun cinta ini masih saja untukmu
Aku lelah bertanya mengapa
Mengapa aku tidak bisa mengerti logika dalam kepalaku
Mengapa sulit bagiku untuk melupakanmu
Karena memang semua jelas untukku…
Tidak ada logika dalam cintaku padamu
Tidak ada ruang lagi untuk mundur untukku
Aku telah memahami seutuhnya tentang hatiku
Dan jika aku sudah berani mencintai aku pun harus berani mati untuk mencintai..
ku tahu kau kini tak sendiri lagi
Namun ku selalu mencintaimu seperti saat kau masih ada disisiku
Maafkan keadaan ini
aku yang tak pernah bisa melupakanmu
Sebenarnya aku tak pernah bisa terima kau mencintainya
Dan saat ini apa yang harus kulakukan dengan cintaku padamu..
Kenangan
saat
kaki telah melepuh, jalan dimataku serasa patah ..
hingga nafasku tak lagi berjiwa , kala udara kepedihan mengisi
paruku tanpa lelah .
kapan detik nafasku ini berhenti menghela , kapan getir ini lelah mencambuk ku ,
padahal aku telah tak berdaya lagi ,bahkan airmata pun tak lagi kupunya
mungkin sudah saatnya aku berhenti, untuk menjejalimu dengan
... segala rasa yang kurasa , agar ketenangan dan kebahagiaan ,
dapat kau rasakan tanpa ada lagi aku yang selalu mengusik .
hingga biarlah aku dalam sudut ruang yang hening ,
bernafas dengan hayalan , dan menghibur diri dalam sebuah mimpi .
meskipun aku tahu, jika tanpamu detak kebahagiaanku tak akan lagi berdenyut,
namun biarlah , sebab hatimu telah kau beri padanya ,
Cinta telah kau serahkan untuknya
dan tak ada lagi aku..
Untukku..
dan hari ini , maafkanlah rasaku ...
yang telah menghadirkan resah pada tiap hela nafasmu ...
letak kan saja hatiku di bawah kakimu
atau lemparkan saja
tidak apa apa jika terserak
biarlah aku yang akan memungutinya
dengan perih
dengan air mataku yang tercecer
lalu pergilah sayang
jangan katakan apa apa
tentang aku dan kamu ...
hingga nafasku tak lagi berjiwa , kala udara kepedihan mengisi
paruku tanpa lelah .
kapan detik nafasku ini berhenti menghela , kapan getir ini lelah mencambuk ku ,
padahal aku telah tak berdaya lagi ,bahkan airmata pun tak lagi kupunya
mungkin sudah saatnya aku berhenti, untuk menjejalimu dengan
... segala rasa yang kurasa , agar ketenangan dan kebahagiaan ,
dapat kau rasakan tanpa ada lagi aku yang selalu mengusik .
hingga biarlah aku dalam sudut ruang yang hening ,
bernafas dengan hayalan , dan menghibur diri dalam sebuah mimpi .
meskipun aku tahu, jika tanpamu detak kebahagiaanku tak akan lagi berdenyut,
namun biarlah , sebab hatimu telah kau beri padanya ,
Cinta telah kau serahkan untuknya
dan tak ada lagi aku..
Untukku..
dan hari ini , maafkanlah rasaku ...
yang telah menghadirkan resah pada tiap hela nafasmu ...
letak kan saja hatiku di bawah kakimu
atau lemparkan saja
tidak apa apa jika terserak
biarlah aku yang akan memungutinya
dengan perih
dengan air mataku yang tercecer
lalu pergilah sayang
jangan katakan apa apa
tentang aku dan kamu ...
jarum-jarum waktu
jarum-jarum
kurus itu terus bergerak
seolah ia takkan pernah bisa terhenti
dan memang ia takkan bisa terhenti
bergerak terus tiada lelah
mengejar segala sesuatu yang akan terjadi
dan tinggalkan semuanya dibelakang
jarum-jarum waktu takkan pernah mau menunggu
... karna ia adalah pasti
tak peduli apa yang terjadi
ia tetap melangkah pasti
tinggalkan aku yang semakin sesak olehnya
sesak oleh kecepatannya
sesak oleh kestabilannya
kadang berharapku ia memlambat karena dengan kecepatan laju'nya merebut kebahagianku saat-saat bersama mellati Ku
Bunga yang harum itu kini tertinggal oleh waktu
Menjadi sebuah kenangan
karena waktu meninggalkannya di belakang
jarum-jarum itu tetap
melangkah dan bergerak
tinggalkan semua kebahagian di belakang
Kalau aku boleh bertanya mengapa jarum jam berputar ke arah kanan??
Kenapa tidak dari kiri !!
Agar mengembalikan dia pada sisiku.
seolah ia takkan pernah bisa terhenti
dan memang ia takkan bisa terhenti
bergerak terus tiada lelah
mengejar segala sesuatu yang akan terjadi
dan tinggalkan semuanya dibelakang
jarum-jarum waktu takkan pernah mau menunggu
... karna ia adalah pasti
tak peduli apa yang terjadi
ia tetap melangkah pasti
tinggalkan aku yang semakin sesak olehnya
sesak oleh kecepatannya
sesak oleh kestabilannya
kadang berharapku ia memlambat karena dengan kecepatan laju'nya merebut kebahagianku saat-saat bersama mellati Ku
Bunga yang harum itu kini tertinggal oleh waktu
Menjadi sebuah kenangan
karena waktu meninggalkannya di belakang
jarum-jarum itu tetap
melangkah dan bergerak
tinggalkan semua kebahagian di belakang
Kalau aku boleh bertanya mengapa jarum jam berputar ke arah kanan??
Kenapa tidak dari kiri !!
Agar mengembalikan dia pada sisiku.
Ketika aku
Ketika
aku merindukanmu
aku mencabik rasa itu dengan perih
kala aku terhempas oleh hijabmu
ketika aku menyayangimu
aku melukisnya dengan tinta airmata
sebab aku teramat takut
teramat takut dengan kepergianmu
...
ketika aku mencintaimu
aku mendekapmu dengan belati menusuki hatiku
saat aku harus sadar dan mengerti
jika aku bukan seseorang yang memilikimu ..
aku mencabik rasa itu dengan perih
kala aku terhempas oleh hijabmu
ketika aku menyayangimu
aku melukisnya dengan tinta airmata
sebab aku teramat takut
teramat takut dengan kepergianmu
...
ketika aku mencintaimu
aku mendekapmu dengan belati menusuki hatiku
saat aku harus sadar dan mengerti
jika aku bukan seseorang yang memilikimu ..
DALAM SEBUAH PERHENTIAN
Dan
dalam setengah perjalanan ini kucoba untuk berpikir kembali,apa yang
terjadi....
apa yang terjadi,kadang jiwa yang meradang menghadang gelombang kehidupan....
kehidupan,kadang lelah ku untuk teruskan sisa hidup, dalam tempuhi waktu-waktu,Kadang terasa muak untuk sekedar menyambung waktu yang tersisa.....semua yang ada,
maafkan aku....maafkan aku, Kadang hanya sen...yum tertinggal dalam ratapi gagalnya hidup, Kadang aku terhanyut dalam keterpurukanku.
Meratapi yang sudah pergi, menyesali yang sudah hilang, dan menangisi yang telah tiada..
Tuhan bimbinglah aku dalam separuh.....dalam separuh perjalanan dan akhir hidupku.
Ada kalanya hidup ini gagal, mungkin itu gunanya sabar..
Manusia tak ada yang tercipta sempurna..
Aku yakin Tuhan memberi jalan pada masing-masing umatnya namun caranya saja yang berbeda..
Oleh sebab itu dengarkan teriakanku ini,
Bangkit mulai saat ini, setiap seseorang pernah terjatuh dan rapuh,
Jangan dengarkan mereka yang membicarakanmu di belakang,
yang mendikte kesalahanmu karena mereka belum tentu baik dan sesempurna yang mereka pikirkan..
Hidup ini kamu yang menjalankan dan menentukan, mereka biarkan saja!!
apa yang terjadi,kadang jiwa yang meradang menghadang gelombang kehidupan....
kehidupan,kadang lelah ku untuk teruskan sisa hidup, dalam tempuhi waktu-waktu,Kadang terasa muak untuk sekedar menyambung waktu yang tersisa.....semua yang ada,
maafkan aku....maafkan aku, Kadang hanya sen...yum tertinggal dalam ratapi gagalnya hidup, Kadang aku terhanyut dalam keterpurukanku.
Meratapi yang sudah pergi, menyesali yang sudah hilang, dan menangisi yang telah tiada..
Tuhan bimbinglah aku dalam separuh.....dalam separuh perjalanan dan akhir hidupku.
Ada kalanya hidup ini gagal, mungkin itu gunanya sabar..
Manusia tak ada yang tercipta sempurna..
Aku yakin Tuhan memberi jalan pada masing-masing umatnya namun caranya saja yang berbeda..
Oleh sebab itu dengarkan teriakanku ini,
Bangkit mulai saat ini, setiap seseorang pernah terjatuh dan rapuh,
Jangan dengarkan mereka yang membicarakanmu di belakang,
yang mendikte kesalahanmu karena mereka belum tentu baik dan sesempurna yang mereka pikirkan..
Hidup ini kamu yang menjalankan dan menentukan, mereka biarkan saja!!
Stag
ada
kala aku tak bisa mengajak otakku lagi untuk melaju..
ada kala hati itu kehilangan rasa..
kehilangan pandangan dalam mata, kehilangan sensasi dalam khayal..
hari ini dan kemarin dan kemarinnya lagi adalah hari dimana aku kehilangan apa yang aku rasa tapi tidak apa yang aku pikirkan. karena aku tak sempat untuk berpikir..bukan..bukan ku tak sempat, tapi bongkahan didalam kepalaku ta...k bisa menggetarkan urat-urat halus didalamnya untuk menerima pesan dan mengirimkannya kembali pada indraku untuk apa yang aku lihat, aku rasa, aku sentuh, aku hirup, aku dengar.
entahlah...
kuputarkan bola mataku ke sudut ruangan
kukerutkan kening, berfikir
kulit kepala yang tak gatal itu pun kugaruk
hanya tuk renungi semua
Kau takkan pernah tau
bagaimana rasa di hati
bagaimana asa di rasa
bagaimana kehilangan membuatmu benar-benar kehilangan hidupmu..
bahkan hanya sekedar untuk melanjutkan hidupmu..
Kau tak kan pernah tau..
ada kala hati itu kehilangan rasa..
kehilangan pandangan dalam mata, kehilangan sensasi dalam khayal..
hari ini dan kemarin dan kemarinnya lagi adalah hari dimana aku kehilangan apa yang aku rasa tapi tidak apa yang aku pikirkan. karena aku tak sempat untuk berpikir..bukan..bukan ku tak sempat, tapi bongkahan didalam kepalaku ta...k bisa menggetarkan urat-urat halus didalamnya untuk menerima pesan dan mengirimkannya kembali pada indraku untuk apa yang aku lihat, aku rasa, aku sentuh, aku hirup, aku dengar.
entahlah...
kuputarkan bola mataku ke sudut ruangan
kukerutkan kening, berfikir
kulit kepala yang tak gatal itu pun kugaruk
hanya tuk renungi semua
Kau takkan pernah tau
bagaimana rasa di hati
bagaimana asa di rasa
bagaimana kehilangan membuatmu benar-benar kehilangan hidupmu..
bahkan hanya sekedar untuk melanjutkan hidupmu..
Kau tak kan pernah tau..
Cerita tentang Dia (Sedikit saja)
Jemariku
kaku
Otakku beku
Lihat, dia di sana
Lihat, dia tertawa
Ku coba mengulang memori,
Ku ingin menyelam ke dasar hati,
...
Dia tersenyum
Dia buatku murung,
Ah, sudahlah
kita memang sudah berpisah.
Begitu banyak yang ingin kutulis
amat ingin jari ini menari
dengan pena dan tinta
segala cinta tentang dirinya
meski tak ada lagi cinta kini
ingin hati bercerita banyak
mungkin tentang cinta
pasti tentang luka
puisi yang takkan pernah cukup untukmu
tentang hadiah yang belum sempat kuberi
tentang cerita yang terkubur selamanya
tentang perasaan yang tersimpan baik
tentang luka yang mengunyah jantung
tapi sudah kuputuskan
tak bisa aku tuliskan semua itu
agar perasaan ini tidak hidup lagi
rasa ini harus selamanya mati
hingga tiba saatnya aku pergi
menutup mata tak bangun lagi
Otakku beku
Lihat, dia di sana
Lihat, dia tertawa
Ku coba mengulang memori,
Ku ingin menyelam ke dasar hati,
...
Dia tersenyum
Dia buatku murung,
Ah, sudahlah
kita memang sudah berpisah.
Begitu banyak yang ingin kutulis
amat ingin jari ini menari
dengan pena dan tinta
segala cinta tentang dirinya
meski tak ada lagi cinta kini
ingin hati bercerita banyak
mungkin tentang cinta
pasti tentang luka
puisi yang takkan pernah cukup untukmu
tentang hadiah yang belum sempat kuberi
tentang cerita yang terkubur selamanya
tentang perasaan yang tersimpan baik
tentang luka yang mengunyah jantung
tapi sudah kuputuskan
tak bisa aku tuliskan semua itu
agar perasaan ini tidak hidup lagi
rasa ini harus selamanya mati
hingga tiba saatnya aku pergi
menutup mata tak bangun lagi
RINDU TAK JUGA SAMPAI
Pagi
pucat hari ini
Anginpun malas meniup
Matahari entah di mana
Memilih bersembunyi di balik awan
...
Aku tetap di sini
menunggu saatnya
hatipun menahan degupnya
Ketika rindu tak juga sampai
geloraku tak mampu menggapai
ketika perjalanan menjadi amat panjang
waktupun menjadi amat lambat
Rentang waktu dan masa
menjadi sebuah penyesalan
ketika cinta datang terlambat
semua telah menjadi terlanjur
tapi
apalah artinya sebuah kebetulan
semua sudah tertulis dalam kertas takdir
Kini sendiriku menapaki jalan ini
meninggalkan jejak yang menggoreskan
aksara dalam buku cerita hidup
Ku masih disini
dengan kesendirian yang menemaniku
Anginpun malas meniup
Matahari entah di mana
Memilih bersembunyi di balik awan
...
Aku tetap di sini
menunggu saatnya
hatipun menahan degupnya
Ketika rindu tak juga sampai
geloraku tak mampu menggapai
ketika perjalanan menjadi amat panjang
waktupun menjadi amat lambat
Rentang waktu dan masa
menjadi sebuah penyesalan
ketika cinta datang terlambat
semua telah menjadi terlanjur
tapi
apalah artinya sebuah kebetulan
semua sudah tertulis dalam kertas takdir
Kini sendiriku menapaki jalan ini
meninggalkan jejak yang menggoreskan
aksara dalam buku cerita hidup
Ku masih disini
dengan kesendirian yang menemaniku
Ia yang tak bisa
Menatap
hampa hamparan luas diseberang sana,
tepat diatas kaki bumi
tempat temaramnya sinar yang di selimuti kabut.
senyumnya terlihat diantara awan-awan
lalu membentuk sebuah mellati.
Hatiku yang meraba jauh.
Tawanya yang terdengar tentram diantara sepoy'nya angin,
dan hingar-bingar yang mereka serukan.
... Aku yang kosong dengan mata ratap dan sisa air mata.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Seketika sekitar terdiam, terbuai oleh suara-suara indah yang terdengar di kepalaku.
Sepasang mata diseberang sana, yang menatap ke sisi yang sama.
namun bedanya kini di dunia yang berbeda
Diantara ramai yang tak peduli dengan tanggisku yang berlagu. Oh harmoni yang manis.
Aku pun ikut terbuai.
Cukup lama satu jalur itu terbuka. Mata demi mata demi mata.
Indahnya awan mendung yang tiba-tiba terjadi,
mengulang kembali jalan cerita yang terlalu kelam untuk tidak dilupakan.
Tapi aku tak bisa.
Aku kembali menatap hampa.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Yang aku sesali dengan mata ratap dan air mata yang tak bersisa.
Dengan senyuman yang sesungguhnya terbujur telungkup.
Mendekatkan kepalaku ke tanah yang terpaksa kembali ku letakkan.
Ingin lagi ku kecup kedua matanya.
Kembali berjalan ke seberang sana.
Walau semakin dekat pada raung binatang,
dan hingar-bingarnya mereka yang membuatku bosan.
Kembali menatap mata ratapnya.
Senyumnya yang damai.
Dengan mata ratapku.
Dan senyuman yang inginkan damai.
Tapi aku tak bisa.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Karena tangannya telah tergengam rapat
oleh nama yang berda denganku
dengan berakhiran "O"
tepat diatas kaki bumi
tempat temaramnya sinar yang di selimuti kabut.
senyumnya terlihat diantara awan-awan
lalu membentuk sebuah mellati.
Hatiku yang meraba jauh.
Tawanya yang terdengar tentram diantara sepoy'nya angin,
dan hingar-bingar yang mereka serukan.
... Aku yang kosong dengan mata ratap dan sisa air mata.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Seketika sekitar terdiam, terbuai oleh suara-suara indah yang terdengar di kepalaku.
Sepasang mata diseberang sana, yang menatap ke sisi yang sama.
namun bedanya kini di dunia yang berbeda
Diantara ramai yang tak peduli dengan tanggisku yang berlagu. Oh harmoni yang manis.
Aku pun ikut terbuai.
Cukup lama satu jalur itu terbuka. Mata demi mata demi mata.
Indahnya awan mendung yang tiba-tiba terjadi,
mengulang kembali jalan cerita yang terlalu kelam untuk tidak dilupakan.
Tapi aku tak bisa.
Aku kembali menatap hampa.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Yang aku sesali dengan mata ratap dan air mata yang tak bersisa.
Dengan senyuman yang sesungguhnya terbujur telungkup.
Mendekatkan kepalaku ke tanah yang terpaksa kembali ku letakkan.
Ingin lagi ku kecup kedua matanya.
Kembali berjalan ke seberang sana.
Walau semakin dekat pada raung binatang,
dan hingar-bingarnya mereka yang membuatku bosan.
Kembali menatap mata ratapnya.
Senyumnya yang damai.
Dengan mata ratapku.
Dan senyuman yang inginkan damai.
Tapi aku tak bisa.
Telah aku berikan separuh milikku ke dimensi yang berbeda.
Karena tangannya telah tergengam rapat
oleh nama yang berda denganku
dengan berakhiran "O"
Waktu ku
Kubahasakan
rapih semua kisahmu
Kisahku
dalam teman sepiku
dalam
laptop kusuhku
tempat
jemariku menari
...
tempat imajinasiku bermain
tempat
curahkan semua laraku
semua
tercatat,
tersimpan
rapih,
dalam
bentuk kata
yang
menceritakan semua
tentangmu
Aku
sering menghabiskan waktu
di
depan laptopku yang semakin kusuh
hingga
berhari-hari
bahkan
berminggu-minggu lamanya
tak
beranjak
menuliskan
semua
dalam
ruang hampa, dingin dan beku
agar
dapat kau rasa
cemas
ku kini, selimuti pekik lara tak henti
lihatlah..
Ceritamu
ku tulis dengan sempurna
yang
ku tulis dengan air mata
ketika
ku mulai tulis semua tentangmu
rasanya
jemariku tak mau lepas dan terus terjaga
Ya,
aku akan baik-baik saja saat menulis semua tentangmu
karena
perasaanku seakan terlepas dari raga miliku
di
tengah getir yang ku rasa, di ruang tak berudara
disudut
kamarku
segalanya
seakan menjadi nyata
Kini,
kau hidup dalam semua tulisan-tulisanku
tentang
kamu yang pergi
atau
tentang mellati yang di petik menjadi milik orang lain,
tahukah?
ketika
semua tulisan tentangmu dikagumi
karena
ku selalu menulis tentangmu..
tentang
kamu
lalu
tiba-tiba aku tersadar
kau
selalu ada di dalam hati yang sakit ini,
hati
yang tak pernah habis menuliskan semua tentangmu
Lalu..
aku
mulai merasa sunyi, sepi
hingga
adamu dalam imajinasiku
mulai
membuatku mati
yang
membuatku selamanya terpaku didepan
layar
laptop kusuh milikku..
Letih
Keputusan ini akan berat bagimu
Ku tahu ini kan membuatmu menangis
Tapi mestikah ada cinta yang lain
Apakah belahan jiwaku ini tak juga cukup untuk kau miliki
...
T’lah ku serahkan seluruh waktuku untukmu
Dan aku yakin janjimu itu pasti akan terwujud
Dengan menjaga segala kepercayaan pada apa yang kau t’lah katakan
Jika tidak sekarang, maka esok itu kan terjadi.
Dan aku sering kali duduk dan termenung
Mengapa kau tidak bersamaku saat ini
Dan aku hanya bisa bertanya dalam hati
Tentang apa yang kau inginkan sesungguhnya.
Aku letih
Dan aku takkan bisa untuk selalu berada disisimu
Aku sangat lelah
Dan kita sudah dapat melihat apa yang kelak terjadi.
Ku tahu ini kan membuatmu menangis
Tapi mestikah ada cinta yang lain
Apakah belahan jiwaku ini tak juga cukup untuk kau miliki
...
T’lah ku serahkan seluruh waktuku untukmu
Dan aku yakin janjimu itu pasti akan terwujud
Dengan menjaga segala kepercayaan pada apa yang kau t’lah katakan
Jika tidak sekarang, maka esok itu kan terjadi.
Dan aku sering kali duduk dan termenung
Mengapa kau tidak bersamaku saat ini
Dan aku hanya bisa bertanya dalam hati
Tentang apa yang kau inginkan sesungguhnya.
Aku letih
Dan aku takkan bisa untuk selalu berada disisimu
Aku sangat lelah
Dan kita sudah dapat melihat apa yang kelak terjadi.
By : Noviia Anggreanii
Follow us : @nononoviia
Senin, 24 Desember 2012
Jumat, 21 Desember 2012
Sakura Haruno
Sasuke Uchiha
Sakura Haruno adalah salah satu tokoh fiksi dari seri manga & anime Naruto. Dia adalah seorang ninja wanita yang tergabung dalam Tim 7 bersama Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha dibawah bimbingan Kakashi Hatake. Dia juga adalah seorang ninja medis dibawah bimbingan Tsunade.
Sakura Haruno adalah salah satu tokoh fiksi dari seri manga & anime Naruto. Dia adalah seorang ninja wanita yang tergabung dalam Tim 7 bersama Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha dibawah bimbingan Kakashi Hatake. Dia juga adalah seorang ninja medis dibawah bimbingan Tsunade.
Uchiha Sasuke Profile
Uchiha Sasuke yang biasa dipanggil Sasuke adalah seorang ninja tampan,
keren, pendiam dan tenang yang banyak disukai wanita pada saat di
akademinya. Ia adalah anggota team 7 bersama Kakashi, Naruto dan Sakura,
Naruto merupakan rivalnya dan Sakura sangat mencintai Sasuke. Padahal,
saat ia kecil, ia adalah anak yang periang dan energik sebelum
pembantaian clan Uchiha. Sasuke bertekad untuk membalaskan dendam
kakaknya, Uchiha Itachi, sehingga ia pergi bersama Orochimaru untuk
mendapat kekuatan lalu malah membunuh Orochimaru dan berpihak pada Tobi
(Akatsuki). Para anggota Konoha 11 (minus Naruto, Sakura dan Sasuke)
sudah merencanakan penyerangan pada Sasuke yang tak jadi karena
dihalangi Naruto.
Minggu, 16 Desember 2012
Jumat, 14 Desember 2012
Kamis, 13 Desember 2012
Sabtu, 01 Desember 2012
Jadwal Kotak Band Bulan Desember 2012
1.Salute to indonesia gtv.
2.Inbox SCTV.
3.Hut ampuh.
4-6.recording.
7-9. Lombok
12.Kfc bekasi+salemba.
14-16 APM singapore.
17-18. Hut lumajang.
19.Final vokal grup indomaret balai sarbini.
20.Teras cafe jogja.
26.Mojokerto
28-30.Mamuju sulawesi.
31. New year hotel mercure ancol.
Follow us : @nononoviia
KETAT ( KERABAT KOTAK TEGAL ) RockN'Jowo
Beraksi Penuh Energi !
Langganan:
Postingan (Atom)






























































